Rabu, 31 Juli 2013


Pasir Besi Sebagai Bahan Baku Semen

Pasir Besi adalah salah satu komponen penting untuk pendukung bahan baku semen
Pasir besi adalah salah satu hasil dari sumber daya alam yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu bahan baku dasar dalam industri besi baja dimana ketersediaannya dapat dijumpai di daerah pesisir seperti di pesisir pantai Jawa sebelah utara maupun pesisir pantai selatan jawa, Sumatra, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Kabupaten Lombok Timur (NTB).

Selain sebagai bahan baku industri baja, pasir besi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri semen dalam pembuatan beton. Pasir besi yang mempunyai kandungan Fe2O3, SiO2, MgO dan ukuran beton 80-100 mesh dengan kandungan Fe di kisaran 50%, berpotensi untuk digunakan sebagai pengganti semen dalam produksi beton berkinerja tinggi. Hasil penelitian menunjukkan :

(1) Pemakaian pasir besi sebesar 80 % dari berat pasir total memberikan kuat tekan maksimum diantara kadar pasir besi yaitu 42,65 MPa dan dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 28,41 % dibandingkan beton normal.
(2) Pemakaian pasir besi sebesar 80 % dari berat pasir total memberikan kuat tekan maksimum diantara kadar pasir besi yaitu 3,07 MPa dan meningkatkan kuat tarik belah sebesar 4,84 % dibandingkan beton normal.
(3) Pada pasir besi ini meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah hingga 80 %, hal ini dimungkinkan karena selain sifat filler juga sifat kimiawi pasir besi yang mengandung SiO2 sehingga membantu kinerja semen sebagai bahan pengikat.

Jumat, 19 Juli 2013

Semen Merah Putih Semen Ramah Lingkungan

Semen Merah Putih Semen Ramah Lingkungan
Semen yang merupakan bahan baku yang populer untuk membangun rumah dan gedung ternyata paling banyak menghasilkan emisi karbon. Produksi semen menghasilkan volume karbon yang besar. Namun kini telah ditemukan semen ramah lingkungan yang tidak menghasilkan emisi karbon.

Chinfon perusahaan yang mengembangkan semen ramah lingkungan tersebut, menggunakan bahan baku magnesium silikat dan bukan senyawa kalsium yang biasa digunakan dalam produksi semen. Material ini dianggap memiliki kualitas lebih dari semen biasa yang diproduksi oleh semen Portland.

Keunggulan lainnya, proses produksi menggunakan bahan bakar biofuel sehingga ramah lingkungan. Semen jenis baru ini tidak hanya mengurangi jumlah karbondioksida yang dihasilkan, namun juga mengikat CO2 yang dikeluarkan. Tak hanya itu, emisi karbon yang diserap selama masa produksi semen bisa mencapai 100 kilogram.

Chinfon menyatakan bahwa bahan dasar semen tersebut adalah magnesium oksida yang banyak tersedia di mana pun di dunia, sehingga produksi semen bisa ditiru oleh perusahaan semen lain nya.