Sabtu, 04 April 2015

Kapasitas Produksi Pabrikan Semen Indonesia


Guna memenuhi terbatasnya pasokan yang masih terjadi, beberapa perusahaan semen melakukan ekspansi dengan membangun pabrik baru dan menambah kapasitas produksi. Persaingan makin ketat antara pemain baru dan pemain lama.

Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Tonasa, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Semen Bosowa, PT Semen Padang, dan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk.
Semen Gresik membangun pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah, dan direncanakan mulai beroperasi 2016 mendatang. Sementara Semen Tonasa di Pangkep, Sulawesi Selatan, menambah kapasitas produksinya sebesar 2,5 juta ton. Pabrik ini sudah  beroperasi secara penuh pada akhir 2013 kemarin. Sementara Holcim Indonesia membangun pabrik di Tuban, Jawa Timur, dengan kapasitas 1,8 juta ton dan sudah berproduksi pada akhir 2013. Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, total kapasitas produksi Holcim akan mencapai 9,1 juta ton.
Adapun Semen Bosowa akan mengembangkan pabrik anyarnya di Maros, Sulawesi Selatan, dengan kemampuan produksi 2,5 juta ton yang akan dihasilkan pada 2015 mendatang.

Sementara itu, Semen Padang, juga mulai membangun pabrik barunya di Indarung. Pabrik baru ini disiapkan dengan daya produksi sebanyak 2,5 juta ton. Terakhir, Indocement Tunggal Prakarsa, berencana memperluas ekspansinya dengan membangun cement plant baru yang dijadwalkan rampung 2015. Hinga saat ini, Indocement memperoduksi 18,6 juta ton per tahun.

Semen Merah Putih Bangun Pabrik 4 Juta Ton

Seiring dengan semangat pembangunan nasional dan perkembangan ekonomi Indonesia, kebutuhan Indonesia atas pembangunan infrastruktur dan konstruksi semakin meningkat tajam. Oleh karena itu, sebagai wujud partisipasi terhadap ketersediaan bahan baku pembangunan negeri maka Semen Merah Putih membangun pabrik semen terintegrasi pertamanya di daerah Bayah, Banten.

banner-home-pabrik-bayah

Pabrik ini didirikan di area seluas 500 hektar dengan kapasitas produksi 10.000 ton clinker per hari, atau sebesar 4 juta ton semen per tahun. Selain itu, pabrik ini juga dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan (terminal khusus) serta memiliki kedalaman dermaga hingga 13 meter yang siap menampung kapal dengan bobot mati 30.000 dwt.

Sebagai penanda dimulainya pembangunan pabrik ini, maka pada tanggal 11 September 2013 lalu PT Cemindo Gemilang sebagai produsen Semen Merah Putih juga menggelar acara ground breaking yang dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan Pabrik Semen Merah Putih merupakan satu-satunya proyek Master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) di kawasan selatan Banten dengan nilai investasi lebih dari USD 600 juta, dan menyerap kurang lebih 4.000 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat Bayah, Banten.

Dengan demikian, Semen Merah Putih turut berkontribusi menyediakan bahan baku berkualitas untuk pembangunan negeri, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat setempat.

PT Conch Cement Indonesia (CCI) berniat memproduksi 10 juta ton semen per tahun di Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, Conch membangun dan mengembangkan lima proyek produsen semen di lima kota di Indonesia sejak masuk ke Tanah Air pertengahan 2011, antara lain di Manokwari Papua Barat, Maros Sulawesi Selatan, dan Merak Banten. Kemudian pabrik di Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan yang sudah mulai produksi setahun kemarin.

CSKM merupakan anak usaha CCI. Ihan mengungkapkan, pabrik di Tanjung Tabalong menjadi yang pertama selesai pada September 2014, lalu beroperasi dua bulan belakangan ini.

Investasi CSKM mencapai 500.000 dollar AS dengan kapasitas produksi 30.000 ton per hari. Rencananya kapasitas produksi akan dikembangkan menjadi dua kali lipatnya. “Target Tabalong 2 juta ton satu tahun,” 

Pabrik CSKM mengambil cadangan kapur di Desa Saradang Kecamatan Haruwai, 9 Km dari pabrik. Cadangan kapur di lokasi tersebut  diperkirakan bisa mencapai 60 tahun.

Menyusul kemudian pembangunan pabrik di Kampung Meruni, Manokwari, Papua. Dibangun sejak Januari 2014, pabrik Manokwari ditarget mulai produksi pada tiga tahun ke depan. Pabrik Manokwari dirancang mampu memproduksi 2 x 32.000 ton per hari. “Saat ini masih 20 persen tahap pembangunan. (Proyek) Yang lain sedang pematangan lahan.

Conch merupakan kelompok bisnis besar di China yang menangani material terbesar. Di China, bisnis semennya mampu memproduksi dan memasarkan puluhan juta ton.



PT. Jui Sin Pabrikan Semen Merk Garuda juga sudah membangun Pabrik Grindling ber kapasitas 1 Juta Ton setahun dan sudah berproduksi serta ikut meramaikan Pasar semen di Indonesia.

Juga ada beberapa pabrikan baru di Tahun 2014 yang berskala lokal, juga mulai ikut meramaikan Pasar Semen di Indonesia seperti Semen Top One, Semen Panasia, Semen Jakarta, Semen Hippo, Semen Serang, yang rata-rata berkapasitas 500.000 Ton Setahun. Produk semen mereka lebih banyak di Pasarkan di daerah Jabodetabek dan Banten.



By BBMD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar